<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog'e Mbahe</title>
	<atom:link href="http://simb4h.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simb4h.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2008 17:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='simb4h.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/eb0c16f959805c36a8a2abfde4a470a1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog'e Mbahe</title>
		<link>http://simb4h.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Semangat-Semangat&#8230;!!!!!</title>
		<link>http://simb4h.wordpress.com/2008/11/21/semangat-semangat/</link>
		<comments>http://simb4h.wordpress.com/2008/11/21/semangat-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 17:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simb4h</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[saudy]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simb4h.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu entah kapan tepatnya, ada peristiwa yang cukup membuat ane agak semangat lagi untuk ngopeni blog ini. Ketika bangun tidur -+ jam 3 pagi coba kulihat telepon gendam ku, eee barangkali ada sesuatu yang nyangkut (yaa memang biasanya ada yang nyangkut, yaitu gambar yang mengatakan kepada ane tadi alarmnya bunyi ente kkok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simb4h.wordpress.com&blog=3633324&post=16&subd=simb4h&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu entah kapan tepatnya, ada peristiwa yang cukup membuat ane agak semangat lagi untuk ngopeni blog ini. Ketika bangun tidur -+ jam 3 pagi coba kulihat telepon gendam ku, eee barangkali ada sesuatu yang nyangkut (yaa memang biasanya ada yang nyangkut, yaitu gambar yang mengatakan kepada ane <em>tadi alarmnya bunyi ente kkok masih lelap aja kayak orang mati</em>- alarm yang tadi bunyi belum ane matikan. Padahal ane bertemankan nyamuk dan beralaskan keset yang ukurannya lumayan kecil dan pendek, namun begitu nikmat tidur kurasakan.</p>
<p>Di telpon genggam ku ada tanda bahwa sekitar jam 12 malam tadi ada yang telpon ane. Ketika ane pencet muncul nomor yang asing, dan menurut persangkaan kuat ane ini dari luar negeri. Tanpa ba..bi..bu.. langsunga aja ane tulis sms ke nomor itu. Dan yaaa&#8230;.. ketika kulihat berapa pulsa yang tersedot untuk ngirim sms itu ternyata tertulis 1000 rupiah. Padahal sms dari hp butut ane biasanya cuman 88 rupiah ke siapa saja. Ane tambah yakin kalau ini dari luar negeri. Pertnyaan dalam hati siaaapaaa iniiii&#8230;..<span id="more-16"></span></p>
<p>Setelah mandi gosok gigi dan kawan-kawannya ku sempatkan sholat dulu sebelum akhirnya Muadzin mengumnandangkan adzan versi Makkah. Seperti biasa, karena tugas ane ngimami sholat shubuh, yaa sholatlah kita shubuh berjamaah dan ane komandannnya. Sebelum ke ruang utama masjid sempat kuraih buku pelajaran. Singkat cerita ketika ane agak serius melototin buku tiba-tiba hp bututku mengeluarkan suara yang khas, ada telepon masuk, setelah kulihat ternyata dari nomor yang tadi kukirimi sms, sebentar kami ngobrol, tertnyata dia dari Saudy. Wih ternyata blog jelekku ada yang ngunjungi&#8230;&#8230; dari luar negeri lagi&#8230;</p>
<p>Sebetulnya masih ada ceritanya lagi ini&#8230; tetapi ternyata ane sudah sangat males untuk ngetik. Nanti aja yaa kulanjutkan cerita ku ini. Dan bagi yang bersangkutan yang kusebutkan dalam postinganku ini (yang dari Saudy) kalau tidak berkenan dengan pemuatan postingan ini ane mohon maaf.</p>
<p>Insya Allah nanti kita sambung lagi yaaa</p>
<p>Eh&#8230;. sebentar!!!  sebetulnya banyak sekali yang ingin ane share lewat blog ini entah itu mengenai pengalaman ngenet, pengalaman lacak melacak freeware, pengalaman download video dari youtube atau tube2 yang lainnya de el el, tetapi apalah daya tangan tak sampai wis embuh cak-cak&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simb4h.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simb4h.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simb4h.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simb4h.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simb4h.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simb4h.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simb4h.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simb4h.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simb4h.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simb4h.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simb4h.wordpress.com&blog=3633324&post=16&subd=simb4h&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simb4h.wordpress.com/2008/11/21/semangat-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684f579e29500b0ab420397f47dba3db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simb4h</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SHOLAT DHUHUR SETELAH SHOLAT JUM’AT</title>
		<link>http://simb4h.wordpress.com/2008/05/05/sholat-jumat/</link>
		<comments>http://simb4h.wordpress.com/2008/05/05/sholat-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 16:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simb4h</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafiah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simb4h.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu Mbah di tanya oleh salah seorang Bapak yang Mbah banyak belajar dari beliau. Pertanyaan itu sebagaiman dalam judul yaitu mengenai sholat dhuhur setelah sholat jum&#8217;at.
www.pesantrenvirtual.com 

Dalam surat Al Jumu&#8217;ah ayat 9, Allah berfirman yang kurang lebih artinya, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum&#8217;at, maka bersegeralah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simb4h.wordpress.com&blog=3633324&post=5&subd=simb4h&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu Mbah di tanya oleh salah seorang Bapak yang Mbah banyak belajar dari beliau. Pertanyaan itu sebagaiman dalam judul yaitu mengenai sholat dhuhur setelah sholat jum&#8217;at.</p>
<p><em><a href="http://www.pesantrenvirtual.com/">www.pesantrenvirtual.com</a> </em></p>
<div class="Section2">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam surat Al Jumu&#8217;ah ayat 9, Allah berfirman yang kurang lebih artinya, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum&#8217;at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli&#8221;. Tentu ayat Al Qur&#8217;an ini secara terang telah menandaskan kedudukan dan dasar hukum sholat jum&#8217;at. Tetapi jika anda ingin lebih memahami alur logika dan dasarnya secara lebih mendalam, maka kami kutipkan salah satu kitab Fiqh yang bernama Al Bajuri juz 1 hal 219, di mana dicantumkan beberapa hal berikut:<span id="more-5"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;">1.Dalam ayat Al qur&#8217;an tersebut di atas terdapat &#8216;larangan&#8217; (dalam tanda petik) jual beli, padahal jual beli itu asal hukumnya adalah mubah/boleh-boleh saja. Ini berarti telah terdapat suatu larangan akan sesuatu yang sebelumnya diperbolehkan. Dan dalam logika Fiqh dicantumkan: bahwa tidak ada larangan atas sesuatu yang sebelumnya diperbolehkan kecuali dikarenakan adanya &#8220;sesuatu hal&#8221; yang mempunyai predikat hukum &#8220;wajib&#8221;. &#8220;Sesuatu hal&#8221; itu tiada lain adalah sholat Jum&#8217;at. Berarti kesimpulannya: Sholat Jum&#8217;at adalah wajib.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:9pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;">2.Dalam riwayat Imam Ahmad ibn Hambal disebutkan bahwa Sy. Umar bin Khattab berkata, &#8220;Sholat Jum&#8217;at adalah dua rekaat sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan itu sudah sempurna, bukan merupakan sholat dhuhur yang diqashar&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernyataan Sy. Umar ini berikutnya menjadi salah satu bahan kajian oleh para fuqaha (Ulama Fiqh) yang kemudian pada gilirannya menimbulkan perbedaan pendapat &#8220;secara teoritis&#8221; antara apakah sholat jum&#8217;at itu pada hakekatnya merupakan sholat dhuhur yang diqashar ataukah ia merupakan sholat yang sejatinya berdiri sendiri?. &#8220;Perbedaan teoritis&#8221; seperti ini pada tahapan selanjutnya tidak menghasilkan &#8216;perbedaan praktikal&#8217; karena semua fuqaha sepakat bahwa Sholat Jum&#8217;at bagi kaum lelaki sudah menggugurkan kewajiban sholat dhuhur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hadist Ibnu Abbas tentang Shalat Jum&#8217;at, Rasulullah s.a.w. bersabda <em>, &#8220;Apabila datang waktu siang hari Jum&#8217;at maka shalatlah dua rakaat&#8221;</em>. (H.R. Dar Qutni).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seandainya sholat dhuhur masih wajib, maka Rasulullah s.a.w. tentu tidak memerintahkan hanya dua rakaat saja. Kemudian apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w. dan para shabatnya juga menunjukkan tidak ada lagi shalat dhuhur setelah shalat Jum&#8217;at, ini riwayat yang tidak terhitung jumlahnya. Jadi tidak ada dalil yang melandasi shalat dhuhur setelah shalat jum&#8217;at, karena shalat Jum&#8217;at telah mengganti shalat Dhuhur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini ada beberapa fatwa di masyarakat yang mengatakan bahwa setelah sholat Jum&#8217;at masih diwajibkan sholat dhuhur. Dalam hal ini hendaknya umat Islam kita hati-hati dalam masalah menjalankan ibadah, karena &#8220;al-ashlu fil ibadah al-hurmah&#8221;, pada dasarnya ibadah dilarang sampai ada dalil yang memerintahkannya. Ibadah yang tidak ada landasannya yang jelas hukumnya haram dan dilarang agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada fatwa dari mazhab Hanafi yang mengatakan bahwa &#8220;mendirikan solat jum&#8217;at di tempat yang berbeda-beda dan di masjid yang lebih dari satu, tetap sah walaupun dilaksanakan dalam waktu yang tidak bersamaan. Namun hal tersebut harus diyakini oleh peserta salat jum&#8217;at bahwa masjidnya lah yang paling dulu mendirikan salat jum&#8217;at. Kalau dia tahu bahwa masjid yang lain mendahuluinya, maka wajib baginya untuk mendirikan salat duhur. Apabila ia ragu-ragu apakah masjidnya yang dahulu atau yang lain, maka disunnahkan kepadanya untuk mendirikan salat dhuhur. Namun sebaiknya mendirikan salat dhuhur tersebut di kediaman, bukan di masjid umum, agar tidak dinilai orang sebagai hal yang wajib&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:red;"><a href="http://www.eramuslim.com/">www.eramuslim.com</a> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:red;">Apabila</span> seseorang telah menunaikan shalat jumat, maka tidak ada lagi baginya kewajiban untuk melakukan shalat Dzhuhur. Kecuali bila dia tidak mendapatkan shalat jumat, entah karena batal atau karena tertinggal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak mendapatkan shalat Jumat karena batal adalah seseorang ikut jamaah shalat Jumat, tiba-tiba batal wudhu&#8217;nya. Dan tidak ada kesempatan lagi baginya untuk berwudhu lagi untuk kembali ikut shalat meski hanya menjadi masbuk. Maka untuk itu dia harus menunaikan shalat Dhuhur sebagai pengganti shalat Jumat yang batal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Demikian juga bila alasannya tertinggal, seperti seseorang terlambat datang shalat Jumat danhannya ikut bersama imam setelah imam bangun dari ruku&#8217; pada rakaat kedua. Maka untuk itu dia harus tetap shalat bersama imam, namun selesai imam menutup shalatnya dengan salam, dia harus berdiri lagi untuk menunaikan shalat Dzhuhur empat rakaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adapun bila seseorang telah secara sah melakukan shalat Jumat, tanpa batal atau tertinggal, maka tidak ada lagi kewajiban baginnya untuk shalat Dzhuhur. Dalilnya adalah hadits berikut ini:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari Ibnu Abbas ra bawa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Apabila datang waktu siang hari Jum&#8217;at maka shalatlah dua rakaat.&#8221; (HR Ad-Daruqutuny).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seandainya shalat dhuhur masih wajib, maka Rasulullah SAW tentu tidak memerintahkan hanya dua rakaat saja. Dan apa yang dilakukan beliau SAW dan para shabatnya juga menunjukkan tidak ada lagi shalat dhuhur setelah shalat Jum&#8217;at. Tidak ada satupun yang menyebutkan bahwa ada shahabat yang shalat Dzhuhur setelah shalat Jumat. Jadi tidak ada dalil yang melandasi shalat dhuhur setelah shalat jum&#8217;at, karena shalat Jum&#8217;at telah mengganti shalat Dhuhur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adapun tindakan yang dilakukan oleh beberapa orang untuk shalat Dzhuhur setelah shalat Jumat secara rutin dengan alasan karena takut tidak sah, sebenarnya merupakan tindakan yang patut dipertanyakan. Apa dasar mengatakan takut shalat Jumatnya tidak sah?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagian beralasan karena tidak sah apabila ada beberapa shalat Jumat di tempat yang berdekatan. Misalnya ada dua masjid yang berdekatan menyelenggarakan shalat Jumat. Ada yang meyakini bahwa yang sah hanyalah yang lebih dahulu melakukan shalat Jumat, sedangkan masjid satunya yang tertinggal saat memulai shalat Jumat, diyakini tidak sah. Sehinngga jamaah yang berada di masjid kedua harus melakukan shalat Dzhuhur, karena shalat Jumat yang mereka lakukan tidak sah dalam anggapan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sikap seperti ini agak berlebihan dan justru kurang konsekuen. Dikatakan agak berlebihan, karena sebenarnya adanya masjid dan jamaah shalat jumat yang berdekatan dengan jamaah shalat jumat yang lain tidak harus saling menafikan atau membuat tidak sah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memang ada sementara pendapat dari beberapa ulama di dalam kitab fiqih klasik yang menekankan pentingnya shalat jumat dilakukan secara berjamaah dalam satu masjid besar, tidak terpecah-pecah menjadi beberapa lokasi yang berbeda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">BahkanAl-Imam Asy-Syafi&#8217;i sekalipun tidak pernah diriwayatkan ketika datang ke baghdad yang di sana terdapat beberapa masjid, bahwa beliau melakukan shalat dzuhur setelah melakukan shalat jumat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lagi pula, pendapat seperti ini kurang tepat lagi bila dilaksanakan di zaman sekarang, mengingat kita tidak punya masjid yang besar dan mampu menampung orang dalam jumlah besar. Yang kita miliki sekarang ini masjid-masjid kecil namun dalam jumlah yang banyak. Kalau seandainya masjid-masjid itu kurang jamaahnya, memang sebaiknya tidak melaksanakan shalat jumat sendiri. Misalnya, jamaahnya kurang dari 40 orang sebagaimana salah satu pendapat dalam mazhab fiqih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akan tetapi fenomena yang terjadi justru sebaliknya, nyaris semua masjid di Jakarta penuh sesak oleh jamaah shalat jumat. Bahkan meskki jumlah masjid sangat banyak di Jakarta ini, namun masjid yang sebanyak itu tetap tidak mampu menampung jumlah peserta shalat jumat yang selalu membludak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa shalat jumat itu tidak sah lantaran diselenggarakan di beberapa masjid yang saling berdekatan. Sehinggga juga tidak ada alasan untuk melakukan shalat Dzhuhur setelahnya karena alasan tadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:blue;">Fatwa Syaikh Abdullah bin Baz (Mufti Arab Saudi)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah Beliau menjelaskan agak panjang di akhir penjelasannya Beliau mengatakan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:green;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;">والخلاصة: أن صلاة الظهر بعد الجمعة بدعة وضلالة وإيجاد شرع لم يأذن به الله، فالواجب تركه والحذر منه وتحذير الناس منه والاكتفاء بصلاة الجمعة، كما درج على ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه بعده والتابعون لهم بإحسان إلى يومنا هذا، وهو الحق الذي لا ريب فيه، وقد قال الإمام مالك بن أنس رحمة الله عليه: &#8220;لن يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها&#8221;، وهكذا قال الأئمة بعده وقبله، والله الموفق</span><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:green;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:green;">Kesimpulan: Sesungguhnya sholat dhuhur setelah sholat Jum’at adalah sesuatu yang baru (bid’ah) yang menyesatkan dan mengada-adakan tuntunan (syari’at) yang tidak di izinkan oleh Allah. Maka wajib meninggalkannya dan memperingatkan masyarakat dari perbuatan itu, sudah cukuplah sholat jum’at saja (tanpa sholat dhuhur lagi), serbagaimana yang telah dipraktekkan oleh Nabi SAW, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka sampai zaman sekarang. Itulah yang haq (benar) yang tidak ada keraguan di dalamnya. Imam Malik bin Anas berkata: “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan perkara yang membuat baik generasi pendahulunya.” Dan seperti itulah perkataan imam-imam setelah beliau ataupun setelah beliau. Allah-lah Yang Maha Memberi taufiq.</span></p>
</div>
<p><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:green;"><span> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/simb4h.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/simb4h.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simb4h.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simb4h.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simb4h.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simb4h.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simb4h.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simb4h.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simb4h.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simb4h.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simb4h.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simb4h.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simb4h.wordpress.com&blog=3633324&post=5&subd=simb4h&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simb4h.wordpress.com/2008/05/05/sholat-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684f579e29500b0ab420397f47dba3db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simb4h</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Si Mbah ??</title>
		<link>http://simb4h.wordpress.com/2008/05/03/mengapa-si-mbah/</link>
		<comments>http://simb4h.wordpress.com/2008/05/03/mengapa-si-mbah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 00:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simb4h</dc:creator>
				<category><![CDATA[simb4h]]></category>
		<category><![CDATA[diriku]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simb4h.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa blog ini saya beri nama &#8220;Mbah&#8221; yang itu identik dengan orang tua?
Latar belakangnya saya memakai nama ini karena saya berpikiran bahwa &#8216;mbah&#8217; adalah sebutan bagi orang tua dan orang tua adalah identik dengan kedewasaan dan banyak pengalaman. Sehingga dalam menghadapi setiap masalah yang menghampirinya bisa bersikap bijak. dan menyelesaikanya dengan penuh kehati-hatian.
Nah, dengan memberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simb4h.wordpress.com&blog=3633324&post=3&subd=simb4h&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengapa blog ini saya beri nama &#8220;Mbah&#8221; yang itu identik dengan orang tua?</p>
<p>Latar belakangnya saya memakai nama ini karena saya berpikiran bahwa &#8216;mbah&#8217; adalah sebutan bagi orang tua dan orang tua adalah identik dengan kedewasaan dan banyak pengalaman. Sehingga dalam menghadapi setiap masalah yang menghampirinya bisa bersikap bijak. dan menyelesaikanya dengan penuh kehati-hatian.</p>
<p>Nah, dengan memberi nama blog ini simbah dan memberi panggilan bagi diri saya sendiri dengan simbah saya berharap ada sedikit kemauan untuk berusaha untuk menghadapi segala sesuatu dengan penuh kedewasaan. karena saya merasa -ketika menulis tulisan ini-&nbsp; banyak dari keputusan-keputusan yang saya ambil kurang dewasa atau bahasa ekstrimnya masih anak-anak. terlalu egois dan sangat mementingkan diri sendiri.</p>
<p>Walupun egois inipun menurut saya juga harus. Kok bisa?. Mungkin di suatu kesempatan yang lain kalau di izinkan oleh Yang Maha Kuasa. Karena menurut saya maslah ini juga lumayan penting untuk didiskusikan -setidaknya menurut saya sendiri-. (tentunya bagi Anda yang suka diskusi&#8230;).</p>
<p>saya kira cukup segini saja mengenai penjelasan mengapa &#8217;simb4h&#8217;?? saya sudah kehabisan kata-kata untuk diungkapkan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/simb4h.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/simb4h.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/simb4h.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/simb4h.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/simb4h.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/simb4h.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/simb4h.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/simb4h.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/simb4h.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/simb4h.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/simb4h.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/simb4h.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=simb4h.wordpress.com&blog=3633324&post=3&subd=simb4h&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simb4h.wordpress.com/2008/05/03/mengapa-si-mbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684f579e29500b0ab420397f47dba3db?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">simb4h</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>